Bahlil Lahadalia kini mengemban tanggung jawab besar dalam struktur pemerintahan terbaru. Ia secara resmi telah dilantik menjadi Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Investasi, sekaligus merangkap jabatan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Setelah proses pelantikan tersebut, Bahlil memberikan pernyataan terkait amanah baru yang diberikan kepadanya. Penggabungan peran sebagai koordinator hilirisasi dan menteri sektoral di bidang energi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam mengelola sumber daya alam Indonesia.
Fokus utama dari posisi strategis ini adalah untuk memastikan bahwa kebijakan hilirisasi industri tidak hanya berjalan di tingkat investasi, tetapi juga terintegrasi secara teknis melalui kementerian ESDM. Dengan kendali pada kedua posisi tersebut, koordinasi antarlembaga dalam mengelola komoditas energi dan mineral diharapkan menjadi lebih efisien dan terarah.
Langkah ini dipandang sebagai upaya pemerintah untuk mempercepat peningkatan nilai tambah produk sumber daya alam di dalam negeri. Hilirisasi menjadi kunci agar Indonesia tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah, melainkan mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar global.
Sebagai informasi tambahan, kebijakan hilirisasi merupakan strategi jangka panjang pemerintah Indonesia untuk mengubah struktur ekonomi dari berbasis komoditas menjadi berbasis industri. Program ini mencakup berbagai sektor, mulai dari nikel, bauksit, hingga tembaga, dengan tujuan menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan negara melalui pajak dan ekspor produk bernilai tambah tinggi.






