Bank Indonesia (BI) terus berupaya meningkatkan efisiensi sistem pembayaran digital bagi masyarakat Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri. Langkah terbaru yang diambil adalah dengan memperluas implementasi QRIS Cross Border ke wilayah Hong Kong dan Timor Leste.
Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Perluasan akses pembayaran digital ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan maupun pelaku bisnis asal Indonesia agar dapat melakukan transaksi pembayaran secara lebih praktis dan efisien tanpa harus bergantung pada pertukaran uang tunai dalam jumlah besar.
Dengan adanya integrasi QRIS Cross Border di Hong Kong dan Timor Leste, pengguna aplikasi pembayaran digital di Indonesia kini dapat melakukan pemindaian kode QR di negara-negara tersebut untuk menyelesaikan transaksi. Sistem ini memungkinkan konversi nilai tukar mata uang dilakukan secara otomatis dan real-time, sehingga pengguna mendapatkan transparansi biaya dan nilai tukar yang lebih kompetitif dibandingkan dengan metode konvensional.
Langkah strategis ini juga menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia dalam memperkuat digitalisasi ekonomi dan finansial di kawasan regional. Integrasi sistem pembayaran antarnegara ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata serta mempererat hubungan ekonomi antara Indonesia dengan negara-negara mitra, khususnya dalam hal kemudahan transaksi retail bagi masyarakat umum.






