Ekonomi

Bank Indonesia Pertahankan BI-Rate di 5,75 Persen guna Jaga Stabilitas Ekonomi

Bank Indonesia Pertahankan BI-Rate di 5,75 Persen guna Jaga Stabilitas Ekonomi

Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, memberikan penjelasan mengenai keputusan bank sentral untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate pada level 5,75 persen untuk periode September 2026.

Langkah kebijakan moneter ini diambil setelah melalui pertimbangan yang matang terkait kondisi ekonomi terkini. Menurut Destry, keputusan untuk tidak menaikkan suku bunga acuan didasarkan pada analisis risiko terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Jika BI memutuskan untuk meningkatkan suku bunga, terdapat potensi dampak negatif yang dapat menggerus pertumbuhan ekonomi hingga sebesar 0,1 persen.

Kekhawatiran akan penurunan pertumbuhan ekonomi menjadi alasan utama mengapa BI memilih posisi netral dalam kebijakan suku bunga kali ini. Kenaikan suku bunga biasanya berdampak pada meningkatnya biaya pinjaman bagi pelaku usaha dan masyarakat, yang pada gilirannya dapat menekan konsumsi domestik serta investasi di berbagai sektor produktif.

Dengan menjaga suku bunga di level 5,75 persen, Bank Indonesia berharap dapat menciptakan keseimbangan antara pengendalian inflasi dan dukungan terhadap momentum pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat tetap stabil sekaligus memberikan kepastian bagi dunia usaha dalam menjalankan operasionalnya di tengah dinamika pasar keuangan global.

#Bank Indonesia#BI-Rate#Suku Bunga#Ekonomi Indonesia#Kebijakan Moneter

Rekomendasi Produk

Lihat Semua →