Bank Indonesia (BI) memberikan proyeksi terkait kondisi ekonomi global yang diperkirakan akan mengalami dinamika fluktuatif dalam beberapa tahun ke depan. Berdasarkan analisis terbaru, BI memprediksi bahwa situasi ekonomi pada tahun depan akan mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan dibandingkan periode sebelumnya.
Kendati demikian, optimisme untuk jangka menengah masih tertahan. BI memperingatkan bahwa prospek ekonomi global untuk tahun 2026 diprediksi masih akan berada dalam kondisi yang suram. Ketidakpastian ini dipicu oleh berbagai faktor eksternal yang sulit dikendalikan, terutama terkait stabilitas keamanan dunia.
Destry menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama dari suramnya proyeksi ekonomi tahun 2026 adalah konflik geopolitik yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah serta perang yang terus berlanjut antara Rusia dan Ukraina menjadi faktor risiko utama yang menghambat pertumbuhan ekonomi global secara menyeluruh.
Kondisi geopolitik yang tidak stabil ini berdampak luas pada rantai pasok global, harga komoditas energi, serta inflasi di berbagai negara. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap risiko eksternal tetap menjadi prioritas dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik agar tidak terlalu terdampak oleh guncangan global yang terjadi di masa mendatang.






