Kondisi pasar saham PT Gojek Tokopodia Tbk (GOTO) tengah menghadapi tekanan signifikan. Berdasarkan data penutupan perdagangan pada Senin (28/9), tercatat volume antrean jual saham perusahaan teknologi tersebut mencapai angka yang sangat besar, yakni sebesar 1,03 miliar lot.
Ketiadaan pembeli yang mampu menyerap volume penjualan sebesar itu menciptakan tekanan pada harga saham GOTO. Jika dilakukan kalkulasi berdasarkan harga pasar saat ini yang berada di level Rp 43 per lembar saham, maka dibutuhkan modal yang sangat fantastis untuk menghabiskan seluruh antrean jual tersebut.
Estimasi dana yang diperlukan untuk menyerap seluruh permintaan jual tersebut mencapai Rp 4,49 triliun. Besarnya volume antrean jual ini mencerminkan sentimen negatif atau sikap hati-hati dari para investor yang memilih untuk melepas kepemilikan saham mereka di pasar reguler.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi prospek jangka pendek saham GOTO, mengingat besarnya tekanan jual yang terjadi di lantai bursa. Para pelaku pasar kini tengah mencermati apakah akan ada aksi korporasi atau sentimen positif baru yang mampu menarik minat pembeli untuk masuk dan menstabilkan harga saham tersebut.
Sebagai informasi, GOTO merupakan ekosistem teknologi terbesar di Indonesia yang terbentuk dari merger antara raksasa ride-hailing Gojek dan platform e-commerce Tokopedia. Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan saham GOTO kerap menjadi perhatian utama investor ritel maupun institusi karena pengaruhnya yang signifikan terhadap indeks saham sektor teknologi di tanah air.






