Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memberikan klarifikasi terkait isu kelangkaan beras premium yang beredar di masyarakat. Ia menegaskan bahwa anggapan mengenai sulitnya mendapatkan beras premium di jaringan ritel modern tidaklah benar.
Menurut Ramdhani, Bulog telah melakukan langkah nyata untuk menjaga stabilitas stok pangan di pasar. Sebagai bentuk komitmen dalam menjamin ketersediaan bahan pokok, Bulog mengklaim telah menyalurkan sebanyak 60 ribu ton beras premium ke berbagai jaringan ritel modern, termasuk Indomaret dan gerai ritel lainnya.
Langkah penggelontoran stok dalam jumlah besar ini dilakukan untuk memastikan bahwa konsumen tidak mengalami kendala saat mencari beras kualitas premium di pasar ritel. Bulog berupaya agar distribusi berjalan lancar sehingga tidak terjadi kekosongan stok yang dapat memicu kekhawatiran masyarakat maupun kenaikan harga yang tidak terkendali.
Upaya distribusi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya untuk komoditas beras yang menjadi kebutuhan pokok utama masyarakat Indonesia. Dengan masuknya stok Bulog ke jaringan ritel modern, diharapkan akses masyarakat terhadap beras berkualitas menjadi lebih mudah dan terjangkau.
Sebagai informasi, Perum Bulog merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki peran strategis dalam mengelola cadangan beras pemerintah. Lembaga ini bertanggung jawab dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan melalui berbagai operasi pasar serta distribusi stok pangan ke berbagai kanal penjualan untuk mencegah inflasi pangan di tingkat konsumen.






