Nasional

DPRD Jawa Tengah Desak Penghentian Proyek Geotermal di Gunung Ungaran dan Telomoyo Jika Berisiko

DPRD Jawa Tengah Desak Penghentian Proyek Geotermal di Gunung Ungaran dan Telomoyo Jika Berisiko

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah memberikan peringatan keras terkait rencana pengembangan proyek energi panas bumi atau geotermal di wilayah Jawa Tengah. Ketua Komisi D DPRD Jateng, Nur Saadah, secara tegas menyatakan bahwa pemerintah harus berani menghentikan proyek tersebut apabila terbukti menjadi ancaman bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.

Fokus perhatian DPRD tertuju pada rencana pembangunan geotermal yang berlokasi di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Telomoyo. Nur Saadah menekankan bahwa meskipun pengembangan energi terbarukan merupakan langkah strategis bagi ketahanan energi nasional, aspek keselamatan dan kelestarian alam tidak boleh dikorbankan. Menurutnya, analisis dampak lingkungan harus dilakukan secara mendalam dan transparan sebelum proyek dijalankan.

Lebih lanjut, pihak legislatif meminta agar suara masyarakat setempat didengarkan dengan saksama. Kekhawatiran warga mengenai potensi kerusakan ekosistem, gangguan sumber mata air, hingga risiko bencana alam menjadi pertimbangan utama mengapa pengawasan ketat diperlukan. DPRD Jawa Tengah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur energi tidak boleh dipaksakan jika pada akhirnya justru merugikan masyarakat lokal dalam jangka panjang.

Nur Saadah berharap adanya koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pengembang proyek. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap tahapan pembangunan mematuhi regulasi lingkungan yang berlaku. Jika ditemukan indikasi bahwa proyek ini akan membawa dampak negatif yang tidak dapat dimitigasi, maka penghentian proyek menjadi opsi yang paling rasional untuk diambil demi kepentingan publik.

Energi panas bumi merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dimanfaatkan di berbagai wilayah Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Namun, pengembangan geotermal sering kali menghadapi tantangan berupa penolakan warga karena lokasinya yang berada di kawasan hutan lindung atau area sensitif secara ekologis, sehingga memerlukan keseimbangan antara target energi nasional dan perlindungan lingkungan hidup.

#Geotermal#DPRD Jawa Tengah#Gunung Ungaran#Gunung Telomoyo#Energi Terbarukan#Lingkungan Hidup

Rekomendasi Produk

Lihat Semua →