Bank Mandiri terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga Agustus 2026, lembaga perbankan milik negara tersebut mencatat total penyaluran kredit program pemerintah ini telah mencapai angka Rp29,53 triliun.
Berdasarkan data yang dihimpun, manfaat dari fasilitas kredit ini telah dirasakan oleh sekitar 223 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai wilayah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi bank dalam memperluas akses pembiayaan bagi para pengusaha kecil agar dapat mengembangkan skala bisnis mereka.
Menariknya, Bank Mandiri memberikan fokus yang signifikan pada sektor-sektor produktif. Tercatat sekitar 64,48 persen dari total dana yang disalurkan dialokasikan untuk mendukung kegiatan produksi. Fokus pada sektor produktif ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih berkelanjutan serta membuka lebih banyak lapangan kerja baru di tingkat lokal.
Selain volume penyaluran yang besar, kualitas kredit yang dikelola juga tetap terjaga dengan sangat baik. Tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) dari penyaluran KUR ini dilaporkan tetap stabil dan berada di bawah angka 1 persen. Hal ini menunjukkan bahwa proses seleksi debitur dan manajemen risiko yang diterapkan oleh Bank Mandiri berjalan efektif, sehingga risiko gagal bayar dapat diminimalisir meskipun jangkauan pembiayaan diperluas.
Program KUR sendiri merupakan inisiatif strategis pemerintah Indonesia untuk membantu pelaku UMKM yang memiliki usaha layak namun belum memiliki agunan yang cukup untuk mengakses kredit perbankan. Dengan adanya subsidi bunga dari pemerintah, para pelaku usaha dapat memperoleh modal kerja dengan biaya yang lebih terjangkau, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.






