Bank Indonesia (BI) secara resmi menyelenggarakan ajang FESyar Jawa 2026 yang dipusatkan di Kota Surabaya. Kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, dengan fokus utama pada integrasi antara sektor pendidikan keagamaan dan sektor perdagangan riil.
Dalam pelaksanaan FESyar Jawa 2026, Bank Indonesia menghadirkan berbagai program kerja yang dirancang secara spesifik untuk menjawab kebutuhan konkret para pelaku usaha serta masyarakat luas. Salah satu fokus utamanya adalah menjembatani potensi ekonomi yang ada di lingkungan pesantren agar dapat terhubung secara lebih efektif dengan pasar yang lebih luas. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis syariah agar lebih kompetitif dan mandiri.
Melalui berbagai rangkaian acara, BI berupaya mendorong transformasi digital dan peningkatan literasi keuangan syariah bagi masyarakat. Dengan mengoptimalkan peran lembaga keuangan syariah dan pemberdayaan komunitas lokal, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan omzet penjualan para pelaku usaha, tetapi juga memperkokoh struktur ekonomi kerakyatan yang berlandaskan prinsip syariah di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.
Ekonomi syariah kini telah menjadi salah satu pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional di Indonesia. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, pengembangan sektor ini tidak hanya mencakup layanan perbankan, tetapi juga meluas ke industri halal, manajemen zakat, wakaf, hingga pengembangan produk kreatif yang memenuhi standar syariat. Pemerintah dan Bank Indonesia terus bersinergi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global melalui penguatan rantai nilai halal dari hulu hingga hilir.






