PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), perusahaan yang bergerak di sektor kendaraan listrik (electric vehicle) milik Grup Bakrie, tengah mempersiapkan langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalannya. Perusahaan berencana melakukan penambahan modal melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau yang lebih dikenal dengan istilah right issue.
Dalam rencana aksi korporasi terbaru ini, VKTR melakukan penyesuaian terhadap jumlah saham yang akan diterbitkan. Target jumlah saham dalam proses right issue tersebut kini dipangkas menjadi 15 miliar lembar saham. Langkah pengurangan jumlah saham ini menjadi perhatian bagi para investor yang mengamati pergerakan emiten kendaraan listrik tersebut di pasar modal.
Penambahan modal melalui HMETD ini diharapkan dapat memberikan suntikan dana segar bagi perusahaan untuk mendukung operasional maupun pengembangan bisnis di masa depan. Sebagai pemain di industri kendaraan listrik yang sedang berkembang pesat, ketersediaan modal yang cukup menjadi krusial bagi VKTR dalam menghadapi persaingan pasar dan meningkatkan kapasitas produksi kendaraan listrik mereka.
Keputusan untuk memangkas jumlah saham yang diterbitkan menunjukkan adanya kalkulasi ulang dari manajemen perusahaan dalam menentukan besaran modal yang dibutuhkan saat ini. Hal ini juga berdampak pada potensi dilusi saham bagi pemegang saham lama yang tidak mengambil haknya dalam proses right issue tersebut.
Industri kendaraan listrik di Indonesia saat ini sedang mengalami pertumbuhan signifikan seiring dengan dorongan pemerintah untuk melakukan transisi energi menuju transportasi ramah lingkungan. Dukungan regulasi melalui berbagai insentif fiskal serta pembangunan infrastruktur pengisian daya (charging station) menjadi katalis utama bagi perusahaan-perusahaan EV untuk berekspansi di pasar domestik guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.






