Gubernur Bali, Wayan Koster, memberikan perhatian khusus terhadap implementasi penggunaan busana adat Bali di tengah masyarakat. Dalam pernyataannya, Koster menekankan pentingnya konsistensi dalam mengenakan pakaian tradisional sebagai bentuk pelestarian identitas budaya lokal.
Koster mengungkapkan bahwa saat ini sedang dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepatuhan masyarakat maupun aparatur dalam menggunakan busana adat Bali. Langkah evaluasi ini diambil untuk memastikan bahwa aturan mengenai pakaian adat tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar diterapkan secara luas dan tepat sasaran.
Lebih lanjut, Gubernur Koster memberikan teguran halus kepada pihak-pihak yang dinilai belum sepenuhnya patuh terhadap ketentuan penggunaan busana adat tersebut. Menurutnya, kedisiplinan dalam berpakaian adat merupakan refleksi dari rasa hormat terhadap warisan leluhur serta upaya menjaga martabat budaya Bali di mata dunia.
Koster berharap agar seluruh lapisan masyarakat dapat menyadari pentingnya penggunaan busana adat ini, bukan sekadar mengikuti instruksi pemerintah, melainkan sebagai kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian adat istiadat. Evaluasi ini diharapkan dapat menjadi titik balik bagi peningkatan kepatuhan dan kebanggaan masyarakat Bali terhadap busana tradisional mereka sendiri.
Busana adat Bali sendiri memiliki filosofi mendalam yang mengatur tata cara berpakaian sesuai dengan strata sosial dan jenis kegiatan yang dilakukan, baik itu kegiatan ritual keagamaan maupun acara resmi kenegaraan. Penggunaan pakaian adat di Bali telah lama diatur melalui berbagai peraturan daerah guna menjaga keserasian antara perilaku, etika, dan penampilan fisik dalam bingkai budaya Hindu Bali yang kental.





