Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menyampaikan harapannya agar ajang Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 mampu menjadi katalisator dalam memperluas akses pasar bagi produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut.
Menurut Gubernur Melki, penyelenggaraan FCE bukan sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan harus bertransformasi menjadi platform strategis yang menghubungkan para pelaku usaha lokal dengan jaringan pembeli yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk dan pengemasan agar mampu bersaing di pasar yang lebih kompetitif.
Lebih lanjut, Gubernur berharap FCE 2026 dapat menghadirkan inovasi dalam sistem pemasaran, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk memperkenalkan kekayaan produk kreatif NTT kepada khalayak global. Dengan dukungan pemerintah daerah, diharapkan para pelaku UMKM tidak hanya bergantung pada pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor melalui kurasi produk yang lebih ketat dan terarah.
Langkah strategis ini dipandang perlu untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat NTT, mengingat potensi kreatifitas lokal yang sangat besar namun seringkali terkendala oleh terbatasnya akses pemasaran. Melalui FCE 2026, pemerintah Provinsi NTT berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan bagi para pengrajin dan pengusaha kecil agar standar produk mereka memenuhi ekspektasi pasar modern.






