Ekonomi

Harga Bitcoin Terkoreksi Menjelang Kuartal IV, Turun ke Level Rp1,49 Miliar

Harga Bitcoin Terkoreksi Menjelang Kuartal IV, Turun ke Level Rp1,49 Miliar

Aset kripto terbesar di dunia, Bitcoin (BTC), mengalami tekanan harga menjelang memasuki kuartal keempat tahun 2026. Berdasarkan data pasar terbaru pada 30 September 2026, nilai Bitcoin tercatat mengalami penurunan sebesar 1,27 persen hingga menyentuh angka Rp1,49 miliar per koin.

Tren pelemahan ini tidak terjadi secara mendadak, melainkan merupakan kelanjutan dari koreksi harga yang telah berlangsung selama satu pekan terakhir. Dalam rentang tujuh hari, Bitcoin mencatatkan penurunan akumulatif sebesar 3,84 persen. Penurunan ini terjadi setelah aset digital tersebut gagal mempertahankan posisinya di level psikologis US$87.400.

Kondisi pasar saat ini menunjukkan adanya volatilitas yang cukup signifikan, di mana tekanan jual lebih mendominasi dibandingkan minat beli. Para pelaku pasar kini tengah mencermati pergerakan harga BTC untuk melihat apakah aset ini mampu melakukan pemulihan atau justru akan terus tertekan saat memasuki periode penutupan tahun.

Secara umum, Bitcoin dikenal sebagai aset dengan volatilitas tinggi yang harganya sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar, regulasi pemerintah di berbagai negara, serta kondisi ekonomi makro global. Sebagai pionir mata uang kripto, pergerakan harga Bitcoin sering kali menjadi indikator utama bagi tren harga aset digital lainnya di pasar kripto global.

#Bitcoin#Kripto#Investasi#Pasar Keuangan#BTC

Rekomendasi Produk

Lihat Semua →
Harga Bitcoin Terkoreksi Menjelang Kuartal IV, Turun ke Level Rp1,49 Miliar | Portal Solusindo