Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong terciptanya kemandirian energi nasional. Hal tersebut disampaikan Bahlil saat memperingati Hari Tambang dan Energi yang ke-81.
Dalam arah kebijakannya, Bahlil menekankan bahwa penguatan sektor energi menjadi prioritas strategis pemerintah, terutama dalam menyongsong tahun 2026. Langkah ini diambil guna mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi impor serta mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia secara lebih efisien dan berkelanjutan.
Pemerintah berupaya mengintegrasikan berbagai kebijakan di sektor pertambangan dan energi agar dapat memberikan kontribusi maksimal bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Fokus utama bukan hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada tata kelola yang lebih baik guna memastikan kedaulatan energi tetap terjaga bagi seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, strategi yang akan diterapkan pada 2026 diharapkan mampu menciptakan ekosistem energi yang lebih tangguh dalam menghadapi fluktuasi pasar global. Dengan memperkuat basis produksi dalam negeri dan diversifikasi sumber energi, Indonesia optimistis dapat mencapai target kemandirian energi yang telah dicanangkan.
Sektor energi dan pertambangan merupakan pilar krusial bagi perekonomian Indonesia, mengingat peran besarnya dalam penyediaan bahan bakar, listrik, serta bahan baku industri. Tantangan transisi energi menuju energi terbarukan menjadi isu global yang saat ini tengah dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia, guna menekan emisi karbon dan menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.






