Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan mengalami fase konsolidasi dalam perdagangan pada Kamis (1/10/2026). Pergerakan indeks diperkirakan akan tertahan dalam rentang angka 6.000 hingga 6.200.
Kondisi ini terjadi menyusul adanya tekanan dari berbagai sentimen pasar global yang memengaruhi psikologi investor di pasar modal domestik. Ketidakpastian ekonomi dunia menjadi faktor utama yang membuat pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati dalam mengambil keputusan investasi, sehingga indeks cenderung bergerak mendatar atau mengalami fluktuasi terbatas.
Para analis menilai bahwa fase konsolidasi ini merupakan bentuk penyesuaian pasar terhadap data ekonomi terbaru serta perkembangan situasi geopolitik global. Investor saat ini tengah memantau arah kebijakan moneter dunia dan stabilitas ekonomi makro yang dapat menjadi katalis bagi pergerakan IHSG selanjutnya.
Kondisi pasar yang bergerak konsolidatif biasanya menjadi momen bagi para trader dan investor untuk melakukan evaluasi terhadap portofolio saham mereka. Fokus pasar kini tertuju pada saham-saham dengan fundamental kuat yang diharapkan mampu bertahan di tengah tekanan eksternal yang masih membayangi pasar keuangan Asia, termasuk Indonesia.






