Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis. Indeks acuan saham domestik ini merosot hingga menyentuh level 5.900, yang sekaligus menjadi titik terendah dalam kurun waktu dua bulan terakhir.
Penurunan tajam ini tercatat mencapai lebih dari 1 persen. Kondisi pasar modal yang melemah ini diduga kuat dipicu oleh sentimen negatif pasar menyusul adanya langkah reshuffle atau perombakan kabinet yang dilakukan oleh Presiden Prabowo.
Ketidakpastian terkait komposisi pemerintahan baru tampaknya membuat para pelaku pasar mengambil langkah hati-hati. Hal ini terlihat dari aksi jual yang dilakukan oleh investor asing. Berdasarkan data perdagangan, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) dengan nilai mencapai Rp204,30 miliar.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar saat ini sedang dalam fase penyesuaian terhadap perubahan struktur kepemimpinan di pemerintahan. Para investor cenderung menunggu kejelasan arah kebijakan ekonomi pasca-reshuffle sebelum kembali menanamkan modalnya di pasar saham Indonesia.






