Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi cukup signifikan pada penutupan perdagangan Senin, 30 September 2026. Indeks saham utama Indonesia tersebut tercatat merosot sebesar 0,83 persen, sehingga posisi indeks berada di level 6.071,14.
Penurunan indeks ini dibarengi dengan aksi jual besar-besaran oleh investor mancanegara. Berdasarkan data pasar, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) dengan nilai mencapai Rp1,61 triliun. Tekanan jual yang cukup masif ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pelemahan indeks secara keseluruhan.
Kendati pasar secara umum berada dalam zona merah dan terjadi arus modal keluar dalam skala besar, tren ini tidak terjadi secara merata di seluruh instrumen. Menariknya, di tengah situasi pasar yang sedang tertekan, investor asing justru terpantau melakukan aksi beli atau akumulasi terhadap 10 saham tertentu. Hal ini mengindikasikan bahwa masih ada kepercayaan investor global terhadap fundamental beberapa emiten pilihan meskipun kondisi pasar sedang fluktuatif.
Pergerakan harga saham yang kontradiktif antara tren indeks dan aksi beli pada saham tertentu menunjukkan adanya strategi selektif yang diterapkan oleh para pengelola dana asing. Mereka cenderung menghindari saham yang dianggap berisiko tinggi dan lebih memilih aset yang memiliki ketahanan lebih kuat terhadap gejolak pasar saat ini.






