Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pada Kamis (1/10/2026) dengan tren negatif. Berdasarkan data pasar modal terbaru, indeks acuan saham di Bursa Efek Indonesia tersebut tercatat mengalami penurunan tipis saat pembukaan sesi perdagangan.
Koreksi yang terjadi berada di angka 0,14 persen, yang membawa posisi IHSG turun ke level 6.062. Penurunan moderat ini menunjukkan adanya tekanan jual jangka pendek yang terjadi di awal sesi, meskipun fluktuasi pasar masih terpantau dalam batas yang relatif stabil.
Para pelaku pasar kini tengah mencermati pergerakan harga saham di berbagai sektor untuk melihat apakah pelemahan ini akan berlanjut hingga penutupan pasar atau justru akan terjadi pembalikan arah menjadi penguatan. Dinamika harga saham di awal perdagangan seringkali menjadi indikator awal sentimen investor terhadap kondisi ekonomi domestik maupun global pada hari tersebut.
Secara umum, pergerakan IHSG sangat dipengaruhi oleh aliran modal asing (foreign flow), kinerja emiten berkapitalisasi besar, serta stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Selain itu, kebijakan suku bunga dari bank sentral, baik Bank Indonesia maupun The Fed, kerap menjadi katalis utama yang memicu volatilitas di pasar modal Indonesia.






