Peristiwa dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang menuai perhatian serius. Meski mengalami dampak kesehatan, para korban beserta orang tua siswa menyatakan bahwa mereka tidak ingin program pemerintah tersebut dihentikan.
Keluarga siswa berharap program pemberian makanan bergizi ini tetap berjalan karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi pemenuhan nutrisi anak-anak sekolah. Namun, dukungan tersebut disertai dengan tuntutan tegas agar pemerintah dan penyelenggara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan pengolahan makanan.
Fokus utama yang menjadi sorotan para wali murid adalah aspek tata kelola dan standar keamanan pangan. Mereka meminta adanya pengawasan yang lebih ketat dalam proses pemilihan bahan baku hingga tahap penyajian kepada siswa. Hal ini dianggap krusial guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan dan menjamin bahwa makanan yang dikonsumsi siswa benar-benar aman serta higienis.
Para orang tua menekankan bahwa efektivitas program MBG tidak hanya terletak pada pemberian makanannya, tetapi juga pada bagaimana standar operasional prosedur (SOP) kesehatan diterapkan secara konsisten. Dengan perbaikan manajemen yang tepat, program ini diharapkan dapat mencapai tujuannya dalam meningkatkan kualitas kesehatan siswa tanpa mengabaikan faktor keselamatan pangan.






