Anak perusahaan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), Telkomsel, kini menghadapi tekanan finansial yang cukup signifikan akibat penurunan nilai investasi pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Berdasarkan data terbaru, investasi Telkomsel di perusahaan teknologi tersebut mencatatkan kerugian yang belum terealisasi atau floating loss dalam jumlah besar.
Kondisi ini dipicu oleh anjloknya harga saham GOTO di pasar modal. Penurunan harga saham tersebut berdampak langsung pada valuasi aset investasi yang dimiliki oleh Telkomsel. Tercatat, nilai investasi tersebut mengalami penyusutan yang sangat tajam, yakni mencapai 86,3 persen per Selasa (29/9).
Secara nominal, floating loss yang dialami oleh Telkomsel mencapai angka Rp 5,53 triliun. Meskipun kerugian ini bersifat belum terealisasi—artinya aset tersebut belum dijual sehingga kerugian belum menjadi permanen—namun angka tersebut memberikan gambaran mengenai risiko tinggi yang dihadapi dalam investasi di sektor teknologi saat ini.
Penurunan valuasi saham GOTO ini menjadi sorotan bagi para investor dan pelaku pasar, mengingat posisi strategis Telkomsel sebagai salah satu pemegang aset di perusahaan ekosistem digital terbesar di Indonesia tersebut. Situasi ini mencerminkan dinamika pasar modal yang fluktuatif, terutama bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki eksposur besar pada sektor startup teknologi yang sedang mengalami penyesuaian valuasi secara global.






