Presiden Joko Widodo memberikan peringatan keras kepada para kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) agar tidak terjebak dalam pola kerja administratif yang monoton. Dalam sebuah kesempatan, Presiden menekankan bahwa efektivitas kerja politik tidak bisa hanya diukur dari aktivitas di balik meja kantor, melainkan dari sejauh mana kehadiran mereka dirasakan oleh masyarakat.
Menurut Jokowi, esensi dari kegiatan politik adalah membangun hubungan yang erat dengan rakyat. Ia menegaskan bahwa dukungan publik tidak akan datang secara otomatis jika para kader hanya berdiam diri di ruang kerja tanpa melakukan interaksi langsung. Oleh karena itu, ia meminta para anggota partai untuk lebih aktif turun ke lapangan dan menyerap aspirasi warga secara langsung.
Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa kehadiran fisik di tengah masyarakat merupakan kunci utama dalam meraih kepercayaan dan dukungan politik. Dengan terjun langsung, para kader dapat memahami permasalahan nyata yang dihadapi rakyat, sehingga program atau kebijakan yang diusung partai dapat lebih tepat sasaran dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Langkah ini dinilai krusial bagi PSI dalam memperkuat basis massanya. Jokowi mengingatkan bahwa politik adalah seni berkomunikasi dan melayani, sehingga strategi yang hanya mengandalkan manajemen internal tanpa aksi nyata di lapangan akan sulit membuahkan hasil yang maksimal dalam kontestasi politik maupun dalam menjalankan fungsi representasi rakyat.






