Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memberikan harapan besar kepada Menteri Perindustrian yang baru, Muhammad Sarmuji, untuk membawa perubahan signifikan bagi sektor industri nasional. Fokus utama yang ditekankan adalah penyelesaian berbagai persoalan mendasar yang selama ini menghambat pertumbuhan industri dalam negeri.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian, Saleh Husin, secara terbuka menyampaikan aspirasi pelaku usaha mengenai tantangan yang masih membayangi dunia industri. Menurut Saleh, terdapat empat agenda besar atau 'pekerjaan rumah' yang harus segera dituntaskan oleh Menperin agar daya saing industri nasional dapat meningkat di pasar global maupun domestik.
Harapan ini muncul mengingat dinamika ekonomi global yang semakin kompetitif, di mana industri manufaktur dalam negeri dituntut untuk lebih efisien dan inovatif. Saleh Husin menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah melalui Kementerian Perindustrian dan pelaku usaha di bawah naungan Kadin menjadi kunci utama dalam mengimplementasikan solusi atas permasalahan yang ada.
Dengan terpilihnya Muhammad Sarmuji sebagai nakhoda di Kementerian Perindustrian, pelaku industri berharap adanya kebijakan yang lebih konkret dan implementatif. Langkah-langkah strategis dalam membenahi struktur industri diharapkan tidak hanya menjadi wacana, tetapi dapat dirasakan dampaknya secara langsung oleh para pengusaha dan pekerja di sektor manufaktur.
Sektor industri manufaktur merupakan salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Penguatan sektor ini sangat krusial untuk mengurangi ketergantungan pada barang impor dan menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat melalui program hilirisasi serta peningkatan nilai tambah produk dalam negeri.






