PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan komitmennya untuk membawa kasus pencurian kabel prasarana Kereta Cepat Whoosh ke jalur hukum. Langkah tegas ini diambil guna memberikan efek jera kepada para pelaku serta mencegah terjadinya aksi serupa di masa mendatang yang dapat mengganggu operasional transportasi modern tersebut.
Menurut pihak KCIC, pencurian komponen vital seperti kabel prasarana bukan sekadar tindak kriminal pencurian biasa, melainkan tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta api. Gangguan pada sistem kelistrikan dan persinyalan akibat hilangnya kabel dapat memicu kendala teknis yang berdampak langsung pada kelancaran jadwal perjalanan dan keamanan penumpang.
Perusahaan memastikan bahwa seluruh bukti terkait aksi pencurian tersebut telah dikumpulkan dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut. KCIC berharap melalui penegakan hukum yang konsisten, masyarakat dan pihak-pihak tidak bertanggung jawab menyadari bahwa sabotase terhadap infrastruktur publik memiliki konsekuensi hukum yang berat.
Selain menempuh jalur hukum, KCIC juga terus meningkatkan sistem pengamanan di sepanjang jalur kereta cepat. Penguatan patroli keamanan dan optimalisasi teknologi pengawasan di titik-titik rawan menjadi prioritas perusahaan guna meminimalisir celah terjadinya pencurian komponen prasarana yang dapat merugikan negara dan mengganggu layanan publik.
Kereta Cepat Whoosh sendiri merupakan proyek strategis nasional yang menghubungkan Jakarta dan Bandung dengan teknologi tinggi. Sebagai infrastruktur transportasi massal yang mengutamakan kecepatan dan ketepatan waktu, keamanan seluruh komponen pendukung, termasuk sistem kabel bawah tanah dan udara, menjadi kunci utama dalam menjaga standar keselamatan operasional yang ketat bagi seluruh pengguna jasa.





