Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia memberikan tanggapan resmi terkait insiden meninggalnya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Korban dilaporkan mengembuskan napas terakhir saat tengah mengikuti rangkaian latihan dasar militer (latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) yang berlokasi di kawasan Halim Perdanakusuma.
Peristiwa tragis ini menjadi perhatian serius bagi legislatif, mengingat status korban sebagai pegawai pemerintah yang sedang menjalankan program penguatan pertahanan negara melalui jalur Komcad. Komisi I DPR, yang membidangi pertahanan, intelijen, komunikasi, dan informatika, menilai perlunya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pelaksanaan latihan fisik yang diberikan kepada para peserta.
Fokus utama dari respons Komisi I adalah memastikan bahwa standar keselamatan dan kesehatan peserta latsarmil benar-benar terjaga. Pihak legislatif mendorong adanya transparansi mengenai penyebab pasti kematian korban guna menghindari spekulasi di masyarakat serta memastikan adanya tanggung jawab dari pihak penyelenggara latihan.
Selain itu, kejadian ini diharapkan menjadi momentum bagi instansi terkait untuk meninjau kembali kriteria seleksi kesehatan bagi calon peserta Komcad. Hal ini krusial agar setiap individu yang mengikuti pelatihan intensif memiliki ketahanan fisik yang memadai sesuai dengan beban latihan yang diberikan, sehingga risiko kecelakaan serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.
Komponen Cadangan (Komcad) sendiri merupakan sumber daya nasional yang telah dilatih secara militer dan disiapkan untuk dikerahkan guna memperkuat kekuatan utama TNI. Program ini bersifat sukarela dan terbuka bagi warga negara yang memenuhi syarat, dengan tujuan memperkokoh sistem pertahanan negara melalui integrasi sipil-militer dalam kerangka bela negara.






