Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mengintensifkan langkah strategis untuk memperkuat sektor produksi susu nasional. Fokus utama pemerintah saat ini adalah mendorong peningkatan produksi susu yang dikelola oleh para peternak dalam negeri guna mempercepat tercapainya swasembada susu nasional.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, pemerintah menetapkan target ambisius dengan berencana menambah populasi sapi perah sebanyak 600 ribu ekor hingga tahun 2029 mendatang. Penambahan jumlah ternak ini dipandang sebagai langkah krusial untuk memenuhi kebutuhan konsumsi susu masyarakat yang terus meningkat serta mengurangi ketergantungan terhadap impor produk susu dari luar negeri.
Selain fokus pada peningkatan populasi ternak, Kementan juga memberikan perhatian khusus pada penguatan peran koperasi susu. Koperasi dinilai sebagai pilar utama dalam menjembatani peternak kecil dengan industri pengolahan susu, sehingga distribusi hasil produksi menjadi lebih efisien dan kesejahteraan para peternak dapat terjamin melalui sistem manajemen yang lebih terorganisir.
Melalui penguatan kelembagaan koperasi dan penambahan populasi sapi perah, pemerintah berharap ekosistem industri susu hulu ke hilir dapat terintegrasi dengan lebih baik. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan ketersediaan bahan baku susu segar di pasar domestik, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru di sektor agribisnis peternakan.
Secara umum, swasembada pangan, termasuk komoditas susu, merupakan salah satu target strategis pemerintah Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Ketergantungan pada impor pangan seringkali membuat harga pasar menjadi tidak stabil dan rentan terhadap gejolak ekonomi global. Oleh karena itu, optimalisasi potensi peternakan lokal menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat konsumen.






