Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berkomitmen untuk memperkuat struktur rantai nilai dalam sektor kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) dan bahan bakar nabati (biofuel). Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat proses hilirisasi industri yang berfokus pada pengurangan emisi karbon.
BKPM menekankan pentingnya pendalaman rantai nilai agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk akhir, tetapi juga mampu memproduksi komponen pendukung di dalam negeri. Dengan mengintegrasikan hulu ke hilir, diharapkan tercipta ekosistem industri yang mandiri dan berkelanjutan, yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi negara.
Fokus utama dari inisiatif ini adalah menciptakan sinergi antara investasi asing dan lokal dalam pengembangan teknologi rendah karbon. Pemerintah menargetkan agar pengembangan EV dan biofuel dapat menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim global melalui transisi energi yang lebih bersih.
Selain itu, penguatan rantai nilai ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investor yang memiliki komitmen terhadap prinsip keberlanjutan. Melalui kebijakan hilirisasi yang terarah, pemerintah optimis bahwa Indonesia dapat memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam rantai pasok energi hijau global, terutama dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang melimpah untuk mendukung industri biofuel dan baterai kendaraan listrik.






