Menteri Investasi Rosan Roeslani berencana melakukan komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna membahas kelanjutan proyek pembangunan pusat data (data center) milik BDx yang berlokasi di wilayah Jatiluhur.
Langkah koordinasi ini diambil untuk memastikan bahwa proses investasi berjalan lancar dan selaras dengan regulasi serta perencanaan wilayah yang berlaku di Jawa Barat. Dialog antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan dapat mengatasi berbagai kendala administratif maupun teknis yang mungkin muncul dalam implementasi proyek infrastruktur digital berskala besar tersebut.
Kehadiran pusat data BDx di Jatiluhur dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem digital di Indonesia. Dengan adanya fasilitas penyimpanan dan pemrosesan data yang mumpuni, diharapkan efisiensi layanan digital bagi pengguna di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya dapat meningkat secara signifikan.
Selain itu, investasi di sektor pusat data ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan permintaan terhadap infrastruktur pendukung, seperti penyediaan energi listrik yang stabil dan jaringan konektivitas serat optik yang lebih luas di area sekitar lokasi proyek.
Secara umum, pembangunan pusat data kini menjadi tren global seiring dengan meningkatnya kebutuhan transformasi digital dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang memerlukan kapasitas penyimpanan data sangat besar. Indonesia, dengan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat, menjadi salah satu target utama bagi perusahaan teknologi dunia untuk menanamkan modal dalam pembangunan infrastruktur data guna mendukung kedaulatan data nasional dan mempercepat digitalisasi di berbagai sektor industri.






