Kementerian Investasi dan Hilirisasi memberikan penilaian positif terhadap potensi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong yang terletak di Papua Barat Daya. Kawasan ini dipandang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi pusat pengolahan ikan yang strategis bagi wilayah Indonesia Timur.
Pengembangan KEK Sorong difokuskan pada peningkatan nilai tambah komoditas perikanan melalui proses hilirisasi. Dengan mengoptimalkan fasilitas pengolahan di dalam kawasan, diharapkan produk perikanan tidak lagi diekspor dalam bentuk bahan mentah, melainkan sudah melalui proses pengolahan yang meningkatkan nilai jual di pasar domestik maupun internasional.
Langkah strategis ini diambil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Papua Barat Daya. Selain menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar, kehadiran pusat pengolahan ikan di KEK Sorong diharapkan mampu menarik minat investor untuk menanamkan modalnya dalam pembangunan infrastruktur industri perikanan yang modern dan berkelanjutan.
Kementerian Investasi menegaskan bahwa integrasi antara ketersediaan bahan baku ikan yang melimpah di wilayah Papua dengan fasilitas industri di KEK Sorong akan menciptakan efisiensi rantai pasok. Hal ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia di sektor kelautan dan perikanan.
Sebagai informasi, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) merupakan wilayah dengan batas tertentu yang diberikan fasilitas dan insentif khusus untuk menarik investasi. Program hilirisasi yang kini digencarkan pemerintah bertujuan agar kekayaan alam Indonesia tidak hanya dikirim keluar negeri sebagai bahan baku, tetapi diolah terlebih dahulu di dalam negeri guna memberikan dampak ekonomi yang lebih signifikan bagi kesejahteraan rakyat.






