Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono, mengungkapkan rencana strategis pemerintah untuk mengembangkan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan yang terletak di Jembrana, Bali. Pemerintah menargetkan fasilitas pelabuhan tersebut dapat bertransformasi menjadi pelabuhan perikanan dengan standar kualitas dunia.
Upaya pengembangan ini dilakukan guna meningkatkan efisiensi operasional serta daya saing produk perikanan asal Indonesia di pasar global. Menteri Trenggono menekankan bahwa PPN Pengambengan memiliki potensi besar untuk menjadi pusat distribusi dan pengolahan hasil laut yang modern, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi para nelayan dan pelaku usaha perikanan di wilayah tersebut.
Pengembangan ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik infrastruktur pelabuhan, tetapi juga mencakup peningkatan fasilitas pendukung seperti sistem pendingin (cold storage) yang lebih mumpuni serta integrasi teknologi digital dalam manajemen logistik. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir kerusakan hasil tangkapan dan menjaga kualitas ikan tetap prima hingga sampai ke tangan konsumen.
Lebih lanjut, transformasi PPN Pengambengan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Jembrana. Dengan status sebagai pelabuhan kelas dunia, akses pasar internasional akan terbuka lebih lebar, yang pada gilirannya akan meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir melalui penciptaan lapangan kerja baru di sektor pengolahan dan ekspor hasil laut.
Sebagai informasi, Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) merupakan fasilitas pelabuhan yang dikelola pemerintah pusat untuk melayani kepentingan perikanan skala nasional. PPN Pengambengan sendiri telah lama menjadi salah satu pusat pendaratan ikan terbesar di Bali, terutama untuk komoditas tuna dan cakalang yang menjadi primadona ekspor Indonesia ke berbagai negara di Asia dan Amerika.






