Menteri Keuangan Suahasil telah memberikan peringatan mengenai potensi fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Kenaikan harga energi global diprediksi akan memberikan dampak langsung terhadap stabilitas harga BBM yang berlaku di Indonesia.
Kondisi ini dipicu oleh adanya gangguan pada rantai pasok energi di kawasan Selat Hormuz. Menurut Suahasil, ketidakstabilan distribusi minyak di wilayah strategis tersebut secara otomatis akan memberikan tekanan pada harga minyak mentah dunia, yang pada gilirannya akan memengaruhi biaya pengadaan energi nasional.
Ketergantungan Indonesia terhadap pasar minyak global membuat harga domestik menjadi rentan terhadap dinamika geopolitik, terutama di wilayah Timur Tengah. Jika harga minyak dunia terus merangkak naik akibat kendala distribusi di Selat Hormuz, pemerintah kemungkinan besar harus mengambil langkah penyesuaian harga agar beban subsidi energi tidak membengkak secara drastis.
Kenaikan harga BBM biasanya menjadi perhatian serius bagi masyarakat luas karena berdampak langsung pada biaya transportasi dan harga barang pokok. Oleh karena itu, pemerintah terus memantau perkembangan situasi global untuk menentukan kebijakan fiskal yang tepat guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus menjaga kesehatan APBN.






