Laju inflasi pada bulan September mencatatkan angka sebesar 0,30 persen. Kenaikan indeks harga konsumen ini dipicu oleh lonjakan harga sejumlah komoditas pangan yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat dalam konsumsi harian.
Berdasarkan data yang dihimpun, sektor pangan menjadi faktor utama atau biang kerok di balik peningkatan angka inflasi tersebut. Beberapa komoditas spesifik memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kenaikan harga di pasar.
Cabai rawit tercatat sebagai penyumbang inflasi terbesar dengan andil mencapai 0,08 persen. Selain cabai rawit, cabai merah juga memberikan tekanan inflasi yang cukup besar, yakni sebesar 0,06 persen. Kenaikan harga pada kelompok bumbu dapur ini menunjukkan adanya volatilitas pasokan atau permintaan yang tinggi di pasar.
Tidak hanya kelompok cabai, komoditas protein hewani juga mengalami peningkatan harga. Daging ayam ras tercatat memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,05 persen. Kenaikan harga pada bahan pangan pokok ini secara langsung berdampak pada peningkatan biaya pengeluaran rumah tangga di berbagai wilayah.
Kondisi ini menunjukkan bahwa stabilitas harga pangan masih menjadi tantangan utama dalam menjaga tingkat inflasi tetap rendah. Fluktuasi harga komoditas pangan seringkali dipengaruhi oleh faktor musiman, kendala distribusi, hingga kondisi cuaca yang memengaruhi hasil panen petani di berbagai daerah.






