Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan signifikan menyusul berkembangnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Kenaikan harga ini dipicu oleh keputusan Presiden Donald Trump yang secara tegas menolak proposal perdamaian yang diajukan oleh pemerintah Iran.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, minyak mentah jenis Brent mencatatkan penguatan sebesar US$1,82 atau naik sekitar 1,74 persen. Dengan kenaikan tersebut, harga minyak Brent kini berada di level US$106,14 per barel pada pukul 22.02 GMT.
Lonjakan harga ini mencerminkan kekhawatiran pasar global terhadap stabilitas pasokan energi dunia. Penolakan AS terhadap upaya diplomasi Iran dinilai dapat meningkatkan risiko konflik di kawasan Timur Tengah, yang pada gilirannya sering kali berdampak langsung pada fluktuasi harga komoditas energi di pasar internasional.
Para pelaku pasar kini tengah mencermati langkah selanjutnya dari kedua negara, mengingat posisi Iran sebagai salah satu produsen minyak penting di kawasan tersebut. Ketidakpastian politik di wilayah teluk sering kali menjadi katalis utama bagi pergerakan harga minyak mentah dunia, yang kemudian memengaruhi biaya produksi dan inflasi di berbagai negara pengguna energi.






