Wakil Menteri Keuangan Suahasil Manyo memberikan apresiasi mendalam terhadap kontribusi besar yang pernah diberikan oleh Frans Seda dalam sejarah ekonomi Indonesia. Suahasil mengenang kembali periode kritis saat Indonesia harus berhadapan dengan fenomena hiperinflasi yang sangat ekstrem, di mana angka inflasi melonjak hingga menyentuh angka 650 persen.
Menurut Suahasil, keberanian dan ketegasan dalam mengambil langkah-langkah kebijakan pada masa itu menjadi kunci utama dalam menstabilkan kembali perekonomian nasional. Ia menekankan bahwa strategi yang diterapkan oleh Frans Seda bukan sekadar solusi jangka pendek untuk mengatasi krisis, melainkan sebuah terobosan yang mampu meredam gejolak ekonomi yang sangat hebat pada saat itu.
Lebih lanjut, Suahasil menjelaskan bahwa berbagai kebijakan berimbang yang diinisiasi oleh Frans Seda telah meletakkan dasar yang kuat bagi pengelolaan ekonomi Indonesia di masa depan. Prinsip-prinsip stabilitas dan efektivitas kebijakan yang diterapkan kala itu dinilai masih sangat relevan dan menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional hingga saat ini.
Pengalaman menghadapi hiperinflasi tersebut menjadi pengingat bagi para pengambil kebijakan masa kini tentang pentingnya manajemen moneter dan fiskal yang disiplin. Suahasil menilai bahwa kemampuan untuk membaca situasi krisis dan meresponsnya dengan kebijakan yang tepat adalah kompetensi krusial dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Hiperinflasi sendiri merupakan kondisi ekonomi yang sangat berbahaya, di mana harga barang dan jasa meningkat secara cepat dan tidak terkendali dalam waktu singkat. Kondisi ini biasanya dipicu oleh ketidakstabilan politik, pencetakan uang yang berlebihan, atau krisis kepercayaan terhadap mata uang nasional, yang pada akhirnya dapat melumpuhkan daya beli masyarakat secara masif dan menghambat pertumbuhan ekonomi negara.






