Ekonomi

Kinerja Keuangan Allo Bank Tertekan, Laba Bersih dan Dana Pihak Ketiga Mengalami Penurunan

Kinerja Keuangan Allo Bank Tertekan, Laba Bersih dan Dana Pihak Ketiga Mengalami Penurunan

PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) mencatatkan penurunan kinerja keuangan pada periode hingga Agustus 2026. Berdasarkan laporan terbaru, laba bersih yang diraih perusahaan mencapai Rp298,85 miliar. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 4,05 persen jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Penurunan laba tersebut dilaporkan terjadi akibat adanya beban impairment atau biaya pencadangan kerugian penurunan nilai aset yang cukup signifikan. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang menggerus profitabilitas bank digital tersebut dalam periode laporan kali ini.

Di sisi lain, Allo Bank sebenarnya menunjukkan pertumbuhan yang agresif dalam penyaluran kredit. Kredit yang diberikan kepada nasabah tercatat tumbuh sebesar 32,02 persen. Namun, pertumbuhan kredit yang pesat ini tidak dibarengi dengan pertumbuhan pendanaan yang seimbang, sehingga berdampak pada rasio likuiditas perusahaan.

Kondisi tersebut terlihat jelas dari Loan to Deposit Ratio (LDR) Allo Bank yang melonjak tajam hingga mencapai angka 180,4 persen. Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dikelola perusahaan justru mengalami penurunan drastis sebesar 29 persen. Tingginya angka LDR ini mengindikasikan bahwa jumlah kredit yang disalurkan jauh melampaui dana simpanan yang dihimpun dari nasabah.

Secara keseluruhan, Allo Bank saat ini menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit yang agresif dengan penghimpunan dana pihak ketiga guna menjaga stabilitas likuiditas dan profitabilitas perusahaan di masa mendatang.

#Allo Bank#BBHI#Perbankan Digital#Laba Bersih#Laporan Keuangan#Sektor Keuangan

Rekomendasi Produk

Lihat Semua →