Presiden Prabowo telah resmi melantik Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai Wakil Menteri Keuangan. Penunjukan ini menandai babak baru dalam karier profesional Nurkholisoh, yang kini mengemban tanggung jawab besar dalam membantu pengelolaan kebijakan fiskal negara.
Meski baru saja menjabat di Kementerian Keuangan, Nurkholisoh bukanlah sosok asing dalam lingkungan lembaga tersebut. Ia mengenang masa-masa ketika dirinya sering berinteraksi dengan Kemenkeu, terutama saat terlibat aktif dalam proses pembentukan Forum Konsultasi Strategis Sektor Keuangan (FKSSK). Keterlibatannya dalam forum koordinasi lintas lembaga tersebut memberikan fondasi pemahaman yang kuat mengenai sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal.
Sebelum dipercaya menduduki posisi strategis di pemerintahan, Nurkholisoh memiliki rekam jejak yang panjang di sektor perbankan sentral. Ia menghabiskan waktu selama 20 tahun berkarier di Bank Indonesia (BI), di mana ia mengasah keahliannya dalam analisis ekonomi dan manajemen keuangan. Pengalaman dua dekade di BI menjadi modal utama baginya dalam menghadapi dinamika ekonomi nasional.
Walaupun memiliki latar belakang yang kuat di bidang moneter, Nurkholisoh menyatakan kesiapannya untuk terus belajar dan beradaptasi dalam mengelola urusan fiskal. Ia menyadari bahwa peran sebagai Wakil Menteri Keuangan menuntut pemahaman mendalam mengenai pengelolaan anggaran negara, perpajakan, serta strategi pembangunan ekonomi yang lebih luas.
Kementerian Keuangan merupakan lembaga pemerintah yang memegang peran krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi makro Indonesia melalui pengelolaan APBN. Sinergi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia sangat penting untuk memastikan bahwa kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras guna mengendalikan inflasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.






