Nasional

Kisah Perjuangan Buruh Tani di Tengah Ekspansi Lahan Perkotaan

Kisah Perjuangan Buruh Tani di Tengah Ekspansi Lahan Perkotaan

Kehidupan di pusat kota seringkali identik dengan kemegahan gedung pencakar langit dan modernitas yang pesat. Namun, di balik gemerlap pembangunan tersebut, tersimpan realitas pahit yang dihadapi oleh para buruh tani yang mencoba bertahan hidup di sisa-sisa lahan pertanian yang kian menyusut.

Alih fungsi lahan menjadi kawasan industri dan pemukiman telah memaksa para petani penggarap untuk beradaptasi dengan kondisi yang semakin sulit. Lahan yang dahulu luas dan produktif, kini terfragmentasi menjadi petak-petak kecil yang seringkali tidak lagi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka. Tekanan urbanisasi membuat profesi bertani di wilayah perkotaan menjadi pilihan terakhir yang penuh risiko.

Keterbatasan lahan tidak hanya berdampak pada penurunan hasil panen, tetapi juga mengancam keberlangsungan mata pencaharian tradisional yang telah diwariskan turun-temurun. Para buruh tani kini harus berhadapan dengan kenaikan biaya produksi dan harga sewa lahan yang semakin mahal, sementara nilai jual hasil bumi mereka seringkali tertekan oleh permainan pasar.

Kondisi ini mencerminkan kontradiksi antara pertumbuhan ekonomi kota dengan kesejahteraan masyarakat kelas bawah, khususnya sektor pertanian. Tanpa adanya intervensi kebijakan yang melindungi lahan produktif, keberadaan buruh tani di pinggiran kota diprediksi akan semakin terpinggirkan oleh arus pembangunan yang tidak terbendung.

Fenomena menyusutnya lahan pertanian di wilayah perkotaan merupakan isu global yang terjadi di banyak kota besar di seluruh dunia. Alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan beton tidak hanya berdampak pada hilangnya mata pencaharian petani, tetapi juga mengancam ketahanan pangan lokal serta memperburuk masalah lingkungan seperti banjir akibat berkurangnya daerah resapan air.

#buruh tani#alih fungsi lahan#urbanisasi#pertanian kota#kesejahteraan petani

Rekomendasi Produk

Lihat Semua →