Hasil penilaian dari Program for International Student Assessment (PISA) 2025 memberikan gambaran yang menarik mengenai sikap generasi muda Indonesia terhadap isu lingkungan. Berdasarkan data terbaru, para siswa di Indonesia menunjukkan komitmen dan kepedulian yang sangat kuat terhadap pelestarian lingkungan hidup.
Kesadaran tinggi ini menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan krisis iklim global. Para siswa dinilai memiliki motivasi yang besar untuk menjadi agen perubahan (changemakers) yang mampu memberikan dampak positif bagi ekosistem di sekitar mereka. Semangat untuk menjaga bumi ini terlihat menonjol dibandingkan dengan capaian teknis mereka dalam bidang akademik tertentu.
Namun, di balik tingginya komitmen tersebut, terdapat tantangan besar dalam hal kompetensi. PISA 2025 mencatat bahwa tingkat kemahiran siswa Indonesia dalam bidang sains lingkungan masih tergolong rendah. Terdapat celah yang cukup lebar antara keinginan untuk berkontribusi bagi lingkungan dengan pemahaman ilmiah yang mendasari tindakan pelestarian tersebut.
Kesenjangan ini mengindikasikan bahwa dukungan edukasi yang lebih terstruktur sangat diperlukan. Tanpa penguasaan sains yang mumpuni, aksi lingkungan yang dilakukan dikhawatirkan hanya bersifat permukaan dan tidak menyentuh akar permasalahan secara sistematis. Oleh karena itu, penguatan kurikulum sains yang terintegrasi dengan isu lingkungan menjadi krusial agar semangat para siswa dapat dikonversi menjadi solusi nyata yang berbasis data dan ilmu pengetahuan.
Sebagai informasi, PISA merupakan studi internasional yang diselenggarakan secara berkala oleh OECD untuk mengukur kemampuan literasi, numerasi, dan sains siswa berusia 15 tahun di berbagai negara. Hasil PISA sering kali menjadi barometer bagi pemerintah di seluruh dunia untuk mengevaluasi efektivitas sistem pendidikan nasional serta menentukan arah kebijakan pengembangan kualitas sumber daya manusia guna menghadapi tantangan global di masa depan.






