Ekonomi

Krisis Pasokan Pangan Picu Kenaikan Inflasi di Jawa Barat September 2026

Krisis Pasokan Pangan Picu Kenaikan Inflasi di Jawa Barat September 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya peningkatan inflasi di wilayah Jawa Barat pada periode September 2026. Berdasarkan data terbaru, tingkat inflasi di provinsi tersebut tercatat sebesar 0,23 persen.

Kenaikan harga barang dan jasa di pasar ini dipicu oleh terganggunya distribusi dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan pokok. Salah satu faktor utama yang menjadi penyebab adalah kondisi cuaca ekstrem berupa kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.

Dampak dari musim kemarau yang berkepanjangan ini sangat terasa pada penurunan volume produksi pangan di tingkat petani. Secara spesifik, pasokan beras dan cabai rawit mengalami penurunan signifikan, yang kemudian mendorong harga kedua komoditas tersebut merangkak naik di pasar tradisional maupun modern.

Ketergantungan pada pola musim menyebabkan rantai pasok pangan menjadi rentan terhadap perubahan iklim. Hal ini mengakibatkan daya beli masyarakat terhadap bahan pangan pokok tertekan akibat lonjakan harga yang terjadi secara mendadak di berbagai daerah di Jawa Barat.

Secara umum, inflasi pangan atau volatile foods sering kali menjadi kontributor utama dalam fluktuasi harga di Indonesia. Fenomena ini biasanya diperparah oleh faktor musiman seperti El Nino yang menyebabkan kekeringan, sehingga pemerintah daerah biasanya melakukan langkah intervensi melalui operasi pasar atau optimalisasi stok pangan di gudang Bulog untuk menjaga stabilitas harga.

#Inflasi#Jawa Barat#Ketahanan Pangan#BPS#Harga Pangan

Rekomendasi Produk

Lihat Semua →