Sejumlah akademisi dan pakar yang tergabung dalam Forum Intelektual Antardisiplin (FIAD) menyampaikan kritik keras terhadap pola kebijakan pendidikan di Indonesia. Dalam sebuah pertemuan yang digelar di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, forum tersebut mendesak pemerintah untuk menghentikan praktik penggantian kurikulum yang dilakukan secara terlalu sering.
Menurut FIAD, perubahan kurikulum yang terjadi secara berulang dalam waktu singkat dinilai kurang efektif dan justru dapat menimbulkan kebingungan di tingkat implementasi, terutama bagi para tenaga pendidik di sekolah. Ketidakkonsistenan dalam penerapan standar pendidikan dianggap dapat menghambat proses adaptasi guru dan siswa terhadap metode pembelajaran yang baru.
Para intelektual ini menekankan pentingnya stabilitas dalam sistem pendidikan agar kualitas pembelajaran dapat terpantau dan dievaluasi secara mendalam sebelum dilakukan perubahan besar. Mereka berharap pemerintah lebih fokus pada penguatan implementasi kurikulum yang sudah ada daripada terus menerus meluncurkan format baru yang belum tentu menjawab tantangan nyata di lapangan.
Kritik ini muncul sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda, di mana efektivitas pembelajaran seharusnya menjadi prioritas utama dibandingkan sekadar perubahan administratif pada dokumen kurikulum. Forum tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak ditentukan oleh seberapa sering kurikulum berganti, melainkan oleh kualitas eksekusi dan dukungan terhadap pengajar di seluruh pelosok negeri.
Secara umum, kurikulum pendidikan merupakan kerangka kerja yang menjadi acuan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Di Indonesia, perubahan kurikulum sering kali terjadi seiring dengan pergantian kepemimpinan di Kementerian Pendidikan, yang bertujuan untuk menyesuaikan sistem pendidikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri. Namun, tantangan klasik yang selalu muncul adalah kesiapan infrastruktur serta kompetensi tenaga pengajar dalam mengadopsi perubahan tersebut secara serentak di wilayah yang sangat luas.






