Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) secara resmi menyelenggarakan pameran kerajinan berskala besar bertajuk Kriyanusa 2026. Mengusung tema "Cipta Kriya", ajang ini dirancang bukan sekadar sebagai ruang pameran produk, melainkan sebagai upaya strategis untuk memposisikan kerajinan tangan sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa sekaligus penggerak ekonomi kreatif di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Dekranas berharap dapat memperkuat ekosistem industri kreatif, khususnya di sektor kriya. Fokus utama dari Kriyanusa 2026 adalah mendorong para perajin lokal untuk terus berinovasi dalam menciptakan karya yang tetap mempertahankan nilai tradisional namun memiliki daya saing tinggi di pasar modern. Dengan demikian, produk kriya tidak hanya dipandang sebagai benda seni, tetapi juga sebagai komoditas ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan para pelakunya.
Selain menjadi wadah bagi para perajin untuk menampilkan karya terbaik mereka, pameran ini juga bertujuan untuk memperluas akses pasar. Dengan mempertemukan produsen kriya dengan pembeli potensial, investor, serta kolektor seni, Kriyanusa 2026 diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi baru yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini sejalan dengan misi pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM kreatif.
Kriyanusa 2026 menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali masyarakat akan pentingnya melestarikan warisan budaya melalui karya tangan. Integrasi antara kreativitas, keterampilan teknis, dan strategi pemasaran yang tepat diharapkan mampu menjadikan sektor kriya sebagai salah satu pilar utama dalam pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia di masa depan.
Sektor kriya merupakan bagian integral dari ekonomi kreatif Indonesia yang mencakup berbagai teknik pembuatan seperti anyaman, ukiran, tenun, hingga keramik. Industri ini memiliki peran krusial dalam menyerap tenaga kerja di berbagai daerah dan menjadi sarana pelestarian identitas budaya lokal yang sangat beragam di seluruh nusantara.






