Proses pengoperasian fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Palembang kini memasuki babak baru. Langkah strategis ini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat, yang ditandai dengan kunjungan peninjauan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan.
Fokus utama dalam pengembangan fasilitas PSEL ini terletak pada manajemen ketersediaan bahan baku, yakni suplai sampah yang konsisten. Pasokan sampah yang stabil menjadi faktor krusial agar mesin pengolahan energi dapat bekerja secara optimal dan berkelanjutan dalam menghasilkan listrik bagi masyarakat.
Kehadiran Menko Pangan Zulkifli Hasan dalam peninjauan tersebut menegaskan pentingnya integrasi antara pengelolaan limbah perkotaan dengan ketahanan energi. Dengan mengonversi sampah menjadi energi listrik, Palembang diharapkan tidak hanya mampu mengatasi permasalahan penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap pasokan listrik lokal.
Upaya ini merupakan bagian dari transformasi pengelolaan sampah konvensional menuju sistem yang lebih modern dan bernilai ekonomi. Keberhasilan operasional PSEL Palembang nantinya akan sangat bergantung pada efektivitas pengumpulan sampah dari hulu hingga ke hilir, sehingga target produksi energi listrik dapat tercapai sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.






