Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan perkembangan terbaru mengenai sektor keuangan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam keterangannya, Airlangga mengungkapkan bahwa layanan bullion bank yang dikelola oleh PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) telah mencatat aliran masuk emas dalam jumlah yang sangat signifikan, yakni mencapai 160 ton.
Kehadiran layanan bullion bank ini diharapkan dapat memberikan alternatif baru bagi masyarakat dalam mengelola aset emas mereka secara lebih modern dan terintegrasi dengan sistem perbankan. Dengan adanya fasilitas ini, emas tidak hanya dipandang sebagai aset simpanan fisik, tetapi juga dapat dikelola untuk berbagai keperluan finansial yang lebih produktif melalui mekanisme perbankan yang resmi.
Selain menyoroti sektor emas, Airlangga juga memaparkan kondisi makro ekonomi Indonesia yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan data yang disampaikan, ekonomi Republik Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,45 persen. Capaian ini menjadi indikator stabilitas ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global yang sedang terjadi.
Sinergi antara Pegadaian dan BSI dalam mengelola bullion bank ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem keuangan berbasis syariah dan komoditas di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investor domestik untuk mengalihkan aset mereka ke dalam instrumen yang lebih aman dan teregulasi, sekaligus mendukung likuiditas pasar emas nasional.






