Upaya pelestarian sejarah kejayaan Aceh kini dilakukan melalui pendekatan kreatif untuk menarik minat generasi muda. Seuramoe Heritage berkolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Aceh dalam sebuah inisiatif untuk mengenalkan kembali akar budaya dan sejarah masa lalu melalui seni tutur.
Kegiatan ini dirancang agar nilai-nilai sejarah tidak hanya tersimpan dalam buku teks, tetapi dapat dirasakan dan dipahami melalui narasi lisan yang hidup. Seni tutur dipilih karena kemampuannya dalam menyampaikan pesan secara emosional dan interaktif, sehingga diharapkan mampu membangkitkan rasa bangga serta kesadaran sejarah di kalangan pemuda Aceh.
Melalui kerja sama ini, Seuramoe Heritage dan BPK Aceh berupaya menghadirkan kembali fragmen-fragmen kejayaan masa lampau yang menjadi identitas masyarakat Aceh. Fokus utama dari program ini adalah memastikan bahwa pengetahuan mengenai warisan budaya tidak terputus dan dapat diteruskan kepada generasi penerus sebagai bekal pembentukan karakter dan jati diri.
Keterlibatan aktif anak muda dalam mengenal sejarah lokal dinilai krusial. Dengan memahami kejayaan masa lalu, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam pelestarian budaya, tetapi juga menjadi agen aktif yang menjaga dan mengembangkan warisan leluhur di tengah arus modernisasi yang semakin kuat.
Aceh dikenal sebagai wilayah yang memiliki kekayaan sejarah luar biasa, terutama terkait peranannya sebagai pusat perdagangan dan penyebaran agama Islam di Asia Tenggara pada masa lampau. Kekayaan budaya ini mencakup berbagai aspek, mulai dari arsitektur, adat istiadat, hingga tradisi lisan yang telah diwariskan secara turun-temurun, menjadikannya salah satu pilar penting dalam keragaman budaya nasional Indonesia.






