Presiden kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menghadiri acara tahlilan untuk mendoakan Guruh. Kehadiran Megawati dalam kegiatan spiritual tersebut tidak sendirian, melainkan didampingi oleh keluarga besar dari Presiden pertama RI, Ir. Soekarno.
Acara tahlilan yang berlangsung khidmat ini menjadi momen berkumpulnya keluarga besar Bung Karno untuk memberikan penghormatan terakhir serta memanjatkan doa bersama. Suasana kekeluargaan tampak kental selama prosesi doa berlangsung, di mana para pelayat yang hadir bersama-sama melantunkan ayat-ayat suci dan doa keselamatan bagi almarhum.
Kehadiran Megawati Soekarnoputri dalam acara ini menegaskan ikatan kekeluargaan yang erat di antara keturunan Bung Karno. Selain sebagai pemimpin partai politik, peran Megawati dalam acara ini adalah sebagai bagian dari keluarga yang ingin memastikan bahwa tradisi doa bersama tetap terjaga sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan kerabat yang telah mendahului.
Kegiatan tahlilan merupakan tradisi yang umum dilakukan di Indonesia, khususnya dalam masyarakat Muslim, sebagai bentuk solidaritas sosial dan spiritual untuk mendoakan orang yang telah meninggal dunia. Selain sebagai sarana ibadah, momen ini juga sering menjadi wadah silaturahmi bagi keluarga besar yang mungkin jarang bertemu dalam aktivitas sehari-hari.
Sebagai informasi tambahan, keluarga besar Bung Karno memiliki posisi historis yang signifikan dalam perjalanan kemerdekaan Indonesia. Sosok Ir. Soekarno sebagai Proklamator telah meletakkan dasar-dasar negara yang hingga kini menjadi pedoman bangsa. Warisan pemikiran dan perjuangan beliau terus dijaga oleh keturunannya, termasuk melalui berbagai kegiatan sosial dan politik yang dilakukan oleh Megawati Soekarnoputri dalam memimpin PDI Perjuangan.






