Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Mohamad Toha, menekankan pentingnya peran strategis guru Taman Kanak-Kanak (TK) dalam membentuk karakter generasi muda. Dalam sebuah kesempatan, ia mengajak para tenaga pendidik di tingkat PAUD dan TK untuk memberikan perhatian lebih pada penanaman nilai-nilai adab kepada anak didik mereka sejak usia dini.
Menurut Mohamad Toha, pendidikan bukan sekadar tentang kemampuan kognitif atau akademik semata, melainkan juga mengenai pembentukan perilaku. Ia menggarisbawahi bahwa menanamkan sikap saling menghargai sesama manusia merupakan pondasi utama yang harus dibangun sebelum anak melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan membiasakan perilaku sopan dan santun sejak kecil, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang memiliki empati dan etika yang baik dalam berinteraksi di masyarakat.
Lebih lanjut, Toha menilai bahwa masa kanak-kanak adalah fase emas di mana penyerapan nilai-nilai moral terjadi secara maksimal. Oleh karena itu, sinergi antara guru di sekolah dan orang tua di rumah menjadi kunci utama agar penanaman adab ini dapat berjalan secara konsisten. Ia berharap para guru TK tidak hanya fokus pada kurikulum pembelajaran formal, tetapi juga mampu menjadi teladan nyata dalam berperilaku bagi para siswa.
Pendidikan karakter yang dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mengucapkan terima kasih, meminta maaf, dan menghormati orang yang lebih tua, diyakini akan berdampak besar bagi perkembangan psikologis anak. Hal ini dipandang sebagai langkah preventif dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di masa depan, di mana degradasi moral seringkali menjadi isu yang mengemuka di kalangan remaja dan dewasa.






