Kabar mengejutkan datang dari panggung politik Kota Palu. Mohammad Anugerah Pratama secara resmi menyatakan pengunduran dirinya dari keanggotaan Partai NasDem. Keputusan besar ini tidak hanya berdampak pada posisi kepartaiannya, tetapi juga berujung pada pelepasan jabatannya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu untuk periode masa jabatan 2024–2029.
Langkah pengunduran diri ini diambil oleh Anugerah Pratama sebagai bagian dari strategi pengembangan diri. Ia mengungkapkan bahwa keputusan untuk meninggalkan kursi legislatif dan struktur partai tersebut dilakukan agar ia dapat lebih fokus dalam merencanakan serta membangun masa depan karier politiknya ke depan.
Sebagai informasi, Mohammad Anugerah Pratama merupakan putra dari politikus senior Ahmad Ali. Meskipun saat ini ia memilih untuk melepaskan posisinya di DPRD Palu, langkah ini dipandang sebagai bagian dari dinamika politik internal maupun personal dalam menentukan arah perjuangan politik yang akan ditempuh selanjutnya.
Pengunduran diri dari jabatan publik di tengah masa jabatan yang baru dimulai merupakan fenomena yang cukup jarang terjadi, namun sering kali menjadi pintu masuk bagi seorang politisi untuk melakukan konsolidasi kekuatan atau berpindah haluan demi mencapai target politik yang lebih besar di masa mendatang.






