Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap langkah diplomasi yang diambil oleh delegasi Republik Indonesia dalam forum internasional. Apresiasi tersebut diberikan menyusul aksi walk out atau meninggalkan ruangan yang dilakukan oleh perwakilan Indonesia saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan pidato di hadapan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menurut MUI, tindakan meninggalkan ruangan tersebut merupakan bentuk protes keras sekaligus pernyataan sikap yang tegas terhadap kebijakan dan tindakan pemerintah Israel. Langkah ini dinilai sebagai refleksi dari komitmen konsisten Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina serta menentang segala bentuk penindasan di wilayah tersebut.
Sikap diplomasi ini dipandang bukan sekadar aksi simbolis, melainkan pesan moral yang kuat di mata dunia bahwa Indonesia tidak memberikan ruang bagi narasi yang dianggap mengabaikan hak asasi manusia dan perdamaian dunia. MUI menilai keberanian delegasi Indonesia dalam mengambil posisi tersebut sangat tepat dilakukan di tengah situasi konflik yang terus memanas.
Langkah walk out dalam sidang PBB seringkali menjadi instrumen diplomatik yang digunakan oleh negara-negara anggota untuk menunjukkan ketidaksetujuan yang mendalam terhadap seorang pembicara atau kebijakan tertentu tanpa harus melalui debat terbuka yang mungkin tidak memberikan hasil signifikan. Hal ini merupakan bagian dari strategi komunikasi politik internasional untuk menarik perhatian dunia terhadap isu kemanusiaan yang mendesak.






