Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat dan pengunjung yang berada di kawasan Gunung Papandayan. Peringatan ini diberikan menyusul munculnya fenomena alam berupa api biru atau 'blue fire' di area kawah aktif gunung tersebut.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya, pihak PVMBG mengimbau dengan tegas agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 500 meter dari titik bukaan kawah aktif. Pembatasan jarak ini dinilai krusial untuk menjamin keselamatan warga serta wisatawan, mengingat karakteristik kawah aktif yang dapat mengeluarkan gas beracun atau mengalami peningkatan aktivitas vulkanik secara tiba-tiba.
Fenomena blue fire sendiri terjadi akibat terbakarnya gas sulfur yang keluar dari perut bumi pada suhu yang sangat tinggi, sehingga menghasilkan nyala api berwarna biru yang khas. Meskipun terlihat menarik secara visual, area di sekitar kawah tersebut memiliki risiko tinggi karena konsentrasi gas berbahaya yang dapat mengganggu sistem pernapasan jika terhirup dalam jangka waktu tertentu.
Otoritas terkait meminta seluruh pengunjung untuk mematuhi rambu-rambu peringatan yang telah dipasang di lapangan dan mengikuti arahan dari petugas pengelola kawasan wisata. Pengawasan ketat akan terus dilakukan guna memantau perkembangan aktivitas vulkanik di Gunung Papandayan demi meminimalisir risiko kecelakaan bagi publik.
Gunung Papandayan merupakan salah satu destinasi wisata alam populer di Jawa Barat yang dikenal dengan keindahan kawah dan hutan cantika. Sebagai gunung api aktif, wilayah ini secara rutin dipantau oleh PVMBG untuk mendeteksi perubahan aktivitas seismik maupun vulkanik, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap keselamatan penduduk sekitar dan industri pariwisata daerah.






