Kondisi ekonomi makro yang tidak menentu serta situasi geopolitik dunia yang memanas memberikan dampak negatif terhadap perilaku konsumsi masyarakat Indonesia, khususnya dalam sektor pariwisata mancanegara. Tren perjalanan warga negara Indonesia (WNI) ke luar negeri dilaporkan mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi penurunan jumlah wisatawan domestik yang bepergian ke luar negeri sebesar 3,56 persen pada tahun 2026. Penurunan ini mengindikasikan adanya perubahan preferensi atau keterbatasan kemampuan finansial masyarakat dalam merencanakan liburan lintas negara.
Salah satu faktor utama yang menjadi pemicu adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Depresiasi rupiah menyebabkan biaya perjalanan, mulai dari tiket pesawat, akomodasi, hingga biaya hidup selama di destinasi wisata, menjadi jauh lebih mahal bagi wisatawan asal Indonesia. Hal ini memaksa banyak orang untuk berpikir ulang sebelum memutuskan bepergian ke luar negeri.
Selain faktor ekonomi, situasi keamanan global yang tidak stabil akibat berbagai konflik antarnegara turut memperparah kondisi tersebut. Kekhawatiran akan keselamatan diri dan potensi gangguan perjalanan di wilayah konflik membuat banyak warga Indonesia memilih untuk menghindari destinasi tertentu atau bahkan membatalkan rencana perjalanan mereka secara keseluruhan demi keamanan.
Fenomena ini menunjukkan betapa sensitifnya sektor pariwisata terhadap fluktuasi ekonomi dan stabilitas politik dunia. Ketika biaya hidup meningkat dan risiko keamanan mengintai, masyarakat cenderung lebih selektif dan berhati-hati dalam mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan tersier seperti wisata mancanegara.
Secara umum, industri pariwisata memang sangat bergantung pada stabilitas nilai tukar mata uang dan situasi keamanan global. Penurunan minat wisata ke luar negeri sering kali menjadi momentum bagi penguatan pariwisata domestik, di mana wisatawan cenderung mengalihkan anggaran liburan mereka ke destinasi dalam negeri yang lebih terjangkau dan aman.






