Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) meningkatkan intensitas operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap para korban hilang dalam tragedi KM Virgo. Dalam upaya percepatan pencarian, Basarnas telah menyiagakan dua unit helikopter untuk melakukan pemantauan udara guna memperluas jangkauan pengamatan di area kejadian.
Selain dukungan armada udara, operasi ini juga melibatkan pengerahan kapal laut utama yang dilengkapi dengan peralatan deteksi bawah air. Sinergi antarinstansi diperkuat dengan kehadiran tim penyelam gabungan yang bertugas menyisir area perairan yang diduga menjadi lokasi terakhir keberadaan para korban. Fokus utama operasi saat ini adalah menemukan 68 orang yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Koordinasi intensif terus dilakukan di lapangan untuk memetakan titik koordinat pencarian agar lebih efektif. Tim SAR gabungan berupaya keras melawan tantangan kondisi cuaca dan arus laut guna menemukan korban dalam waktu sesingkat-singkatnya. Penggunaan helikopter diharapkan dapat memberikan perspektif visual yang lebih luas, sehingga memudahkan tim di laut dalam mengidentifikasi objek yang mencurigakan di permukaan air.
Operasi penyelamatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel Basarnas, TNI, Polri, hingga relawan lokal. Seluruh tim bekerja secara terpadu dengan menerapkan prosedur pencarian standar internasional untuk memastikan seluruh area terdampak tersisir secara menyeluruh.






